Selasa, 01 Januari 2008

"resolusi" taoen baroe

Tahun Baru.
Banyak orang bilang, "apa resolusi tahun barunya?"
Emang apa sih "resolusi"?
Perhatikan apa yang aku temuin di KBBI Edisi Ketiga,
re.so.lu.si/resolusi/n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah

Hmm...ternyata ga cukup tepat ma pengertian yang ada di kepala selama ini deh.

Apapun arti menurut kamus, secara umum ketika orang bilang resolusi tahun baru biasanya mengacu ma hasil perenungan tahun sebelumnya dan target di tahun yang akan datang.

Aku ga tlalu menganggap sepenting beribu orang mengenai tahun baru.
Tahun baru lebih bernilai magis.
Sebuah momen spesial di mana perhitungan kalender selama setahun berakhir dan diawali angka 1 untuk tahun berikutnya.

Tapi aku kembali mempertanyakan...
Semalem (31/12), dari beberapa jam hingga beberapa menit setelah tahun 2008 dimulai...ingar bingar ada di sekelilingku tapi bukan di kepalaku.
Gemuruh kembang api dibakar diiringi sorak sorai.
Bersamaan dengan itu televisi masih menggambarkan segala bencana yang ada di belahan lain selain yang berfoya.

Bukannya mo sok suci, hanya tercekik dengan ekstrimitas kita.

Lalu, di mana aku bisa merenung dan introspeksi.
Kalo mau, aku bisa...di kepalaku saja yang masih terlindungi dari ingar bingar di luar sana yang membahagiakan (sementara) mereka yang mencoba sedetik berfoya.

Selamat tahun baru
Semoga tawa, tangis, dan keringat yang mengiringi perjalanan tahun ini tidak lebih berat dari tahun lalu.

Semoga
Amin

Tidak ada komentar: