Hoaaaaaahhhhh........
i need a time out......
time for me n myself
time for looking inside,
staying there for a while..
to find again what have been missing,
my vertical line.
Datum dalam kamusku artinya kalender karunia. Rentetan anugerah yang mampir di keseharian yang ramai dan sunyi yang penuh dan kosong yang manis dan pahit yang hebat dan biasa yang kesemuanya adalah pemberian kehidupan. KBBI mengartikan datum sebagai tanggal; hari bulan, sementara Kamus Latin memberi arti pemberian; karunia; kurnia; sedekah; sajian. So, silakan mengartikan sendiri.....
Tampilkan postingan dengan label timbangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label timbangan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 April 2009
Jumat, 17 Oktober 2008
Dangerous game

Framing cantik ini aku dapet pas naik becak Lebaran lalu. Perjalanan balik ke rumah mbah setelah muter2 di benteng van der Wijck, Gombong. Tentu saja, bersama de (iih..."tentu saja" yang ga penting). Jadi, frame ini ada di sebelah kiri lengan kiri becak.
Frame bisa diartiin sebagai kerangka pandang. Semacem batasan kita memandang biar lebih fokus ngliat segala sesuatu yang ada di dalam kerangka yang udah dibentuk tadi. Kalo di foto ini berarti prioritas pandangan adalah jalan, pohon-pohon, dan langit yang ada di dalam frame berbentuk bintang itu.
Tapi pertanyaannya..kalo misalnya frame udah ditentuin, gimana dengan pagar, pohon, jalan, tanah, langit, yang ada di luar frame?
Apa harus dianggap sebagai outsider (serta merta) ato kasarnya "dibuang"? Jadi kek pas kita nge-cropping foto, objek foto yang ga masuk garis crop pasti langsung terbuang saat tombol "enter" kita tekan.
Lalu teringat. Mainan anak-anak dari kayu yang berbau pendidikan. Mainan yang ngajari anak-anak mengenai dimensi bentuk. Yang pernah aku liat bentuknya kotak dari triplek lalu di tutupnya ada beberapa lubang yang berbentuk macam-macam. Ada yang segi empat, kubus, segitiga, bulat, dan bintang-seperti frame tadi. Cara mainnya, kita masukkan kayu-kayu kecil berbagai bentuk ke masing-masing lubang disesuaikan dengan frame lubangnya. Kayu berbentuk bintang dimasukkan ke lubang ber-frame bintang, misalnya.
Hmm, gimana kalo masih ada kayu-kayu lain yang ternyata bentuknya tidak fit dengan lubang frame yang ada?
Apa brarti langsung terbuang juga seperti objek foto yang ga masuk cropping-an tadi?
Yang jelas, bagi kayu-kayu yang pandai mereka akan bersiasat bagaimana caranya mereka tetap berguna untuk dirinya sendiri, meskipun tak bisa lagi berguna untuk permainan "hanya kayu yang sesuai frame bisa masuk". Survival game begins (sudah dikoreksi sesuai petunjuk matahari hehehe), my friends...so, don't be a loser;)
Jumat, 29 Februari 2008
pembangun vs penerus

ada pondasi di situ.
siapa yang dulu membangunnya?
siapa yang akan meneruskan pembangunannya?
bagaimana kalo ternyata penerus pembangunan itu tidak secakap sebelumnya dan tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan dengan pondasi yang sudah ada?
Huuuuuhhhh.......
Hmmm...........
bangunan seperti apa yang akan berdiri?
Selasa, 05 Februari 2008
Hijaukan Bumi Saat Ini Juga




Perhatikan dua gambar potongan dua bukit di atas. Kali ini permainan mencari titik perbedaan. Apa yang terlihat?
Betul! (kalo jawabnya sama dengan yang berikut) dua gambar itu berasal dari foto yang sama. Hanya keduanya sudah di-adjust sehingga menonjolkan dua hal yang berbeda. Gambar pertama, hanya sedikit disesuaikan contrast ‘n tone-nya sehingga menonjolkan kehijauan tanaman yang masih menutupi seluruh hamparan bukit.
Gambar kedua, cenderung ekstrim untuk penyesuaian contrast, tone, ‘n brightness-nya. Hasilnya, hanya tanaman yang cukup besar seperti pepohonan yang tampak tebal hijaunya sementara tanaman pendek “menghilang” dan menampakkan coklatnya tanah.
Gradasi ketebalan selimut Bukit Menjer terlihat jelas di gambar kedua. Padahal, lihat gambar selanjutnya yang menampakkan potongan keindahan Menjer.
Menakutkan!
Ya!
Sangat menakutkan!
Gambar yang diambil seminggu yang lalu ini benar-benar menampakkan betapa tipisnya perlindungan dataran tinggi tersebut. Pembukaan pertanian yang tidak ramah lingkungan bertumpang tindih dengan aksi penebangan pohon tak terarah.
Perbukitan yang mengelilingi Telaga Menjer di Kabupaten Wonosobo ini konon dahulu penuh dengan pohon pinus. Hutan.
Seorang teman asli Wonosobo membagi kisah masa kecilnya. Dulu Telaga Menjer ini memiliki aura “singup” karena dikelilingi bukit berhutan. Kesempurnaan hutan di dataran yang lebih tinggi pun dulu mengalirkan air memasuki telaga ini. Beberapa cerukan lurus seperti sungai tampak tergores vertikal di punggung bukit. Saat ini berwarna hijau. Bahkan, di salah satu bagian terdapat lobang terusan yang mengalirkan air dari Sungai Serayu untuk menjaga volume air di Telaga ini. Pendangkalan berlangsung. Selimut hijau muda yang tidak mampu mengikat air di tanah yang ada di atas Telaga ikut menyumbang penyusutan volume air di tempat ini.
Padahal, air dari Telaga Menjer menjadi sumber tenaga sebuah pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang ada di bawahnya.
Bola salju kerusakan lingkungan dan dampaknya terus menggelinding.
Terakhir ke tempat itu, minggu lalu.
Telaga Menjer penuh dengan manusia yang datang dari berbagai penjuru.
Acaranya bertajuk “Wartawan Menanam”.
Para birokrat dari menteri, gubernur, bupati, hingga staf desa hadir. Kumpulan orang pers (saat itu) menjadi tokoh utamanya. Dimeriahkan ratusan anak sekolah berseragam yang bertugas mengawal masing-masing bibit pohon yang sudah bernama dan sebagian lainnya berderet rapi di sepanjang jalan menuju lokasi yang menanjak itu untuk memberikan sambutan bagi para pejabat yang hadir.
Heboh!
Demi kampanye hijau...
Tak apalah kalo hasilnya ada ratusan bibit pohon yang tertanam lagi di bumi.
Semoga mereka dirawat dan dibiarkan tumbuh hingga puluhan tahun ke depan.
Demi masa depan.
Demi generasi hijau yang lebih baik.
Demi Tuhan.
Betul! (kalo jawabnya sama dengan yang berikut) dua gambar itu berasal dari foto yang sama. Hanya keduanya sudah di-adjust sehingga menonjolkan dua hal yang berbeda. Gambar pertama, hanya sedikit disesuaikan contrast ‘n tone-nya sehingga menonjolkan kehijauan tanaman yang masih menutupi seluruh hamparan bukit.
Gambar kedua, cenderung ekstrim untuk penyesuaian contrast, tone, ‘n brightness-nya. Hasilnya, hanya tanaman yang cukup besar seperti pepohonan yang tampak tebal hijaunya sementara tanaman pendek “menghilang” dan menampakkan coklatnya tanah.
Gradasi ketebalan selimut Bukit Menjer terlihat jelas di gambar kedua. Padahal, lihat gambar selanjutnya yang menampakkan potongan keindahan Menjer.
Menakutkan!
Ya!
Sangat menakutkan!
Gambar yang diambil seminggu yang lalu ini benar-benar menampakkan betapa tipisnya perlindungan dataran tinggi tersebut. Pembukaan pertanian yang tidak ramah lingkungan bertumpang tindih dengan aksi penebangan pohon tak terarah.
Perbukitan yang mengelilingi Telaga Menjer di Kabupaten Wonosobo ini konon dahulu penuh dengan pohon pinus. Hutan.
Seorang teman asli Wonosobo membagi kisah masa kecilnya. Dulu Telaga Menjer ini memiliki aura “singup” karena dikelilingi bukit berhutan. Kesempurnaan hutan di dataran yang lebih tinggi pun dulu mengalirkan air memasuki telaga ini. Beberapa cerukan lurus seperti sungai tampak tergores vertikal di punggung bukit. Saat ini berwarna hijau. Bahkan, di salah satu bagian terdapat lobang terusan yang mengalirkan air dari Sungai Serayu untuk menjaga volume air di Telaga ini. Pendangkalan berlangsung. Selimut hijau muda yang tidak mampu mengikat air di tanah yang ada di atas Telaga ikut menyumbang penyusutan volume air di tempat ini.
Padahal, air dari Telaga Menjer menjadi sumber tenaga sebuah pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang ada di bawahnya.
Bola salju kerusakan lingkungan dan dampaknya terus menggelinding.
Terakhir ke tempat itu, minggu lalu.
Telaga Menjer penuh dengan manusia yang datang dari berbagai penjuru.
Acaranya bertajuk “Wartawan Menanam”.
Para birokrat dari menteri, gubernur, bupati, hingga staf desa hadir. Kumpulan orang pers (saat itu) menjadi tokoh utamanya. Dimeriahkan ratusan anak sekolah berseragam yang bertugas mengawal masing-masing bibit pohon yang sudah bernama dan sebagian lainnya berderet rapi di sepanjang jalan menuju lokasi yang menanjak itu untuk memberikan sambutan bagi para pejabat yang hadir.
Heboh!
Demi kampanye hijau...
Tak apalah kalo hasilnya ada ratusan bibit pohon yang tertanam lagi di bumi.
Semoga mereka dirawat dan dibiarkan tumbuh hingga puluhan tahun ke depan.
Demi masa depan.
Demi generasi hijau yang lebih baik.
Demi Tuhan.
Selasa, 22 Januari 2008
bad day
boleh menyebut hari ini (semoga sampe detik ini aja) adalah hari yang cukup buruk.
masalahnya adalah aku tidak siap dengan "serangan"
dan sekarang rasanya sangat meletihkan.....
masalahnya adalah aku tidak siap dengan "serangan"
dan sekarang rasanya sangat meletihkan.....
Minggu, 06 Januari 2008
1=0=kosong

Lingkaran putar ini menawarkan kesenangan, ketakutan, teriakan, pelepasan emosi.
Dalam lingkaran putar ini kesenangan dan histeria massal terbentuk.
Namun, masing-masing menyimpan kesan tersendiri.
Dalam lingkaran yang terus berputar semakin kencang dan melambat bergantian ini, sebenarnya masing-masing menikmati ekstasenya sendiri.
Sendirian.
Kosong...
Something is missing in here...
Hallo?
floating
Selasa, 01 Januari 2008
"resolusi" taoen baroe
Tahun Baru.
Banyak orang bilang, "apa resolusi tahun barunya?"
Emang apa sih "resolusi"?
Perhatikan apa yang aku temuin di KBBI Edisi Ketiga,
re.so.lu.si/resolusi/n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah
Hmm...ternyata ga cukup tepat ma pengertian yang ada di kepala selama ini deh.
Apapun arti menurut kamus, secara umum ketika orang bilang resolusi tahun baru biasanya mengacu ma hasil perenungan tahun sebelumnya dan target di tahun yang akan datang.
Aku ga tlalu menganggap sepenting beribu orang mengenai tahun baru.
Tahun baru lebih bernilai magis.
Sebuah momen spesial di mana perhitungan kalender selama setahun berakhir dan diawali angka 1 untuk tahun berikutnya.
Tapi aku kembali mempertanyakan...
Semalem (31/12), dari beberapa jam hingga beberapa menit setelah tahun 2008 dimulai...ingar bingar ada di sekelilingku tapi bukan di kepalaku.
Gemuruh kembang api dibakar diiringi sorak sorai.
Bersamaan dengan itu televisi masih menggambarkan segala bencana yang ada di belahan lain selain yang berfoya.
Bukannya mo sok suci, hanya tercekik dengan ekstrimitas kita.
Lalu, di mana aku bisa merenung dan introspeksi.
Kalo mau, aku bisa...di kepalaku saja yang masih terlindungi dari ingar bingar di luar sana yang membahagiakan (sementara) mereka yang mencoba sedetik berfoya.
Selamat tahun baru
Semoga tawa, tangis, dan keringat yang mengiringi perjalanan tahun ini tidak lebih berat dari tahun lalu.
Semoga
Amin
Banyak orang bilang, "apa resolusi tahun barunya?"
Emang apa sih "resolusi"?
Perhatikan apa yang aku temuin di KBBI Edisi Ketiga,
re.so.lu.si/resolusi/n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah
Hmm...ternyata ga cukup tepat ma pengertian yang ada di kepala selama ini deh.
Apapun arti menurut kamus, secara umum ketika orang bilang resolusi tahun baru biasanya mengacu ma hasil perenungan tahun sebelumnya dan target di tahun yang akan datang.
Aku ga tlalu menganggap sepenting beribu orang mengenai tahun baru.
Tahun baru lebih bernilai magis.
Sebuah momen spesial di mana perhitungan kalender selama setahun berakhir dan diawali angka 1 untuk tahun berikutnya.
Tapi aku kembali mempertanyakan...
Semalem (31/12), dari beberapa jam hingga beberapa menit setelah tahun 2008 dimulai...ingar bingar ada di sekelilingku tapi bukan di kepalaku.
Gemuruh kembang api dibakar diiringi sorak sorai.
Bersamaan dengan itu televisi masih menggambarkan segala bencana yang ada di belahan lain selain yang berfoya.
Bukannya mo sok suci, hanya tercekik dengan ekstrimitas kita.
Lalu, di mana aku bisa merenung dan introspeksi.
Kalo mau, aku bisa...di kepalaku saja yang masih terlindungi dari ingar bingar di luar sana yang membahagiakan (sementara) mereka yang mencoba sedetik berfoya.
Selamat tahun baru
Semoga tawa, tangis, dan keringat yang mengiringi perjalanan tahun ini tidak lebih berat dari tahun lalu.
Semoga
Amin
Rabu, 26 Desember 2007
amuk alam di akhir tahun
hari ini ada deretan bencana alam di wilayah Jateng.
Tanah longsor, banjir, angin ribut.
Setidaknya 60 orang melayang jiwanya.
Longsor di Tawangmangu paling parah.
Dari pagi tadi udah masuk sms perintah tugas dari bos buat updating data bencana.
Sampe kantor, nyetel tipi.
Suasana bencana.
Bareng iwn berkali-kali updating data korban.
Menghitung ulang berapa nyawa yang ilang.
Bagaimana pun satu nyawa pun tetap sangat berharga.
Meletihkan.
Tanah longsor, banjir, angin ribut.
Setidaknya 60 orang melayang jiwanya.
Longsor di Tawangmangu paling parah.
Dari pagi tadi udah masuk sms perintah tugas dari bos buat updating data bencana.
Sampe kantor, nyetel tipi.
Suasana bencana.
Bareng iwn berkali-kali updating data korban.
Menghitung ulang berapa nyawa yang ilang.
Itulah ketika nyawa hanya sebatas angka.
Kuantitas.
Mungkin tidak sedahsyat tahun lalu di mana gempa dan tsunami merenggut lebih dari seribu nyawa di sini.
Bagaimana pun satu nyawa pun tetap sangat berharga.
Meletihkan.
Sabtu, 22 Desember 2007
Mommy
Hari ini Indonesia memeringati hari Ibu.
Entah ada latar belakang politis, ekonomis, atau sekedar sebuah alasan simpel demi menghargai jasa sosok ibu.
Hari ini televisi kita kompak memakai tema hari ibu pada hampir setiap programnya.
Artis-artis diwawancarai mengenai arti ibu bagi mereka.
Bahkan, acara masak selebritis di salah satu stasiun televisi pun dibandrol "memasak untuk ibu tersayang".
Kemesraan dan curahan cinta untuk para ibu bertaburan di televisi.
Sementara aku menonton adegan demi adegan itu dengan rasa iri.
Kata orang, iri tanda tak mampu....memang aku tak mampu untuk itu.
Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir aku memeluk ibuku.
Aku juga lupa apakah pernah aku bilang sayang pada ibuku.
Yang aku ingat adalah hari terakhir aku melihatnya tertawa dan menangis sekaligus dikelilingi anak-anaknya.
Yang aku juga ingat adalah saat-saat terakhir dia berjuang melepaskan nafasnya.
Aku juga ingat ketika aku memandikannya terakhir sebelum didandani untuk kembali ke bumi.
Sekarang....
Hanya doa dan syukur karena dia sudah ada di pelukan terhangat.
Huuuaaaaah, kerinduan yang tidak ada obatnya
Tarik napas.....keluarkan
Entah ada latar belakang politis, ekonomis, atau sekedar sebuah alasan simpel demi menghargai jasa sosok ibu.
Hari ini televisi kita kompak memakai tema hari ibu pada hampir setiap programnya.
Artis-artis diwawancarai mengenai arti ibu bagi mereka.
Bahkan, acara masak selebritis di salah satu stasiun televisi pun dibandrol "memasak untuk ibu tersayang".
Kemesraan dan curahan cinta untuk para ibu bertaburan di televisi.
Sementara aku menonton adegan demi adegan itu dengan rasa iri.
Kata orang, iri tanda tak mampu....memang aku tak mampu untuk itu.
Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir aku memeluk ibuku.
Aku juga lupa apakah pernah aku bilang sayang pada ibuku.
Yang aku ingat adalah hari terakhir aku melihatnya tertawa dan menangis sekaligus dikelilingi anak-anaknya.
Yang aku juga ingat adalah saat-saat terakhir dia berjuang melepaskan nafasnya.
Aku juga ingat ketika aku memandikannya terakhir sebelum didandani untuk kembali ke bumi.
Sekarang....
Hanya doa dan syukur karena dia sudah ada di pelukan terhangat.
Huuuaaaaah, kerinduan yang tidak ada obatnya
Tarik napas.....keluarkan
Kamis, 20 Desember 2007
Pertemuan dan Perpisahan di Sekeping Uang


Momen itu datang juga.
Aku tidak suka perpisahan.
Berat pasti terasa, meski sebenarnya itu terjadi beberapa saat sebelum dan beberapa saat setelah momen perpisahan secara resmi terjadi.
Semakin mendekati momen, emosi teraduk dan sulit lagi menentukan apakah karena itu atau sebab yang lain.
Satu tahun pada Desember 2005.
Dua tahun pada Desember 2006.
Tiga tahun pada Desember 2007.
Untungnya, momen itu terjadi dengan sempurna.
Kenang-kenangan yang kami-aku dan temen-temen yang lain-siapkan menjadi penyempurnanya.
Patung-patung kecil dari seekor kerbau dan gembalanya serta sang semar.
Pernah satu saat aku bertanya kenapa dengan keduanya.
Jawabnya, keduanya adalah simbolisasi kehidupan yang bersahaja.
Sang Semar adalah guru dan rakyat sekaligus.
Anak gembala adalah penggambaran rakyat kecil yang juga merupakan pengamat kehidupan terbaik.
Dua benda kecil itu akan melengkapi yang sudah ada.
Selama ini dia selalu ditemani dengan patung gembala kecil yang duduk memanggul kepala kerbau dan gantungan kunci dengan ukiran Semar.
Sebenarnya dua kesayangannya itulah yang menjadi inspirasi.
Untungnya ada temen perajin yang bisa merealisasikannya.
Huuuuaaaaah!
Akhir tahun yang luar biasa.
Thanx to my great boss, teacher, and friend in everyway ;)
Next year will be our new step in ourown way.
Aku tidak suka perpisahan.
Berat pasti terasa, meski sebenarnya itu terjadi beberapa saat sebelum dan beberapa saat setelah momen perpisahan secara resmi terjadi.
Semakin mendekati momen, emosi teraduk dan sulit lagi menentukan apakah karena itu atau sebab yang lain.
Satu tahun pada Desember 2005.
Dua tahun pada Desember 2006.
Tiga tahun pada Desember 2007.
Untungnya, momen itu terjadi dengan sempurna.
Kenang-kenangan yang kami-aku dan temen-temen yang lain-siapkan menjadi penyempurnanya.
Patung-patung kecil dari seekor kerbau dan gembalanya serta sang semar.
Pernah satu saat aku bertanya kenapa dengan keduanya.
Jawabnya, keduanya adalah simbolisasi kehidupan yang bersahaja.
Sang Semar adalah guru dan rakyat sekaligus.
Anak gembala adalah penggambaran rakyat kecil yang juga merupakan pengamat kehidupan terbaik.
Dua benda kecil itu akan melengkapi yang sudah ada.
Selama ini dia selalu ditemani dengan patung gembala kecil yang duduk memanggul kepala kerbau dan gantungan kunci dengan ukiran Semar.
Sebenarnya dua kesayangannya itulah yang menjadi inspirasi.
Untungnya ada temen perajin yang bisa merealisasikannya.
Huuuuaaaaah!
Akhir tahun yang luar biasa.
Thanx to my great boss, teacher, and friend in everyway ;)
Next year will be our new step in ourown way.
Luar biasa...ketika menyadari betapa orang lain bisa jadi memahami dan menerima kita seperti apa adanya kita.
Jumat, 14 Desember 2007
wind of change....
Perubahan sedang terjadi.
Apakah mereka membayangkan apa yang aku bayangkan sebagai konsekuensinya?
Apakah mereka membayangkan apa yang aku bayangkan sebagai konsekuensinya?
Minggu, 04 November 2007
lelucon menyedihkan
"Pemirsa...saya sekarang ada di Tawangmangu...1 km dari Solo"
Dan pembawa acara yang cantik itu melanjutkan deskripsinya tentang obyek wisata yang ditempuh sekitar 1 jam dari Kota Solo (mungkin itu yang dimaksud kalee yeee...1 jam dari Solo dan bukanlah 1 kilometer dari Solo!!!).
Tawangmangu kan adanya di Kabupaten Karanganyar yang jelas berjarak lebih dari 1 kilometer..he..he..
Iseng-iseng browsing di internet soal Tawangmangu...untuk ngeyakin aja sih ;p. Woalaaa! apa yang didapat?
Baca kutipan dari salah satu situs ini:
"Tawangmangu, merupakan tempat wisata daerah pegunungan di kota Solo yang letaknya dekat di lereng Gunung Merapi."
Ehm..ehm..Tawangmangu, merupakan tempat wisata daerah pegunungan di Kabupaten Karanganyar yang letaknya dekat di lereng Gunung Lawu!
Yeah, hanya kembali mengingatkan diri untuk berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain, terutama kalo itu dipublikasikan ke khalayak yang belum tentu tahu jika itu salah.
Hidup kebebasan informasi (meski itu salah?)
Yuuuuk ;p
Dan pembawa acara yang cantik itu melanjutkan deskripsinya tentang obyek wisata yang ditempuh sekitar 1 jam dari Kota Solo (mungkin itu yang dimaksud kalee yeee...1 jam dari Solo dan bukanlah 1 kilometer dari Solo!!!).
Tawangmangu kan adanya di Kabupaten Karanganyar yang jelas berjarak lebih dari 1 kilometer..he..he..
Iseng-iseng browsing di internet soal Tawangmangu...untuk ngeyakin aja sih ;p. Woalaaa! apa yang didapat?
Baca kutipan dari salah satu situs ini:
"Tawangmangu, merupakan tempat wisata daerah pegunungan di kota Solo yang letaknya dekat di lereng Gunung Merapi."
Ehm..ehm..Tawangmangu, merupakan tempat wisata daerah pegunungan di Kabupaten Karanganyar yang letaknya dekat di lereng Gunung Lawu!
Yeah, hanya kembali mengingatkan diri untuk berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu kepada orang lain, terutama kalo itu dipublikasikan ke khalayak yang belum tentu tahu jika itu salah.
Hidup kebebasan informasi (meski itu salah?)
Yuuuuk ;p
Langganan:
Postingan (Atom)
